BLORA – Pemandangan berbeda terlihat dalam pelaksanaan hajatan atau bancakan (kenduri) di Dukuh Glagahan, Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Selasa Kliwon (28/4/2026). Jika biasanya saf bancakan (kenduri) didominasi oleh kaum laki-laki, kali ini serambi masjid setempat justru dipenuhi oleh kaum perempuan yang antusias mengikuti tradisi.
Kehadiran para ibu ini bukan tanpa alasan. Selain bertujuan melestarikan tradisi turun-temurun, momentum ini bertepatan dengan suasana bulan April yang lekat dengan peringatan Hari Kartini. Melalui semangat emansipasi, perempuan Dukuh Glagahan mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial keagamaan di desa mereka.
Sambil membawa bakul berisi nasi dan aneka lauk-pauk khas hajatan, mereka berkumpul dengan rapi. “Ini yang ikut hajatan sebagian besar ibu-ibu. Ini bagian dari emansipasi, kami ikut ambil peran di momentum Hari Kartini,” ujar Mirah, salah satu warga setempat yang hadir.
Acara inti yakni pembacaan doa dipimpin dengan khidmat oleh Yatirin, selaku tokoh agama atau Modin setempat. Menurut Yatirin, kegiatan ini merupakan wujud syukur kolektif masyarakat atas segala karunia yang diterima.
“Hajatan ini dilaksanakan dalam rangka Sedekah Bumi Glagahan. Warga bersyukur atas berkah keselamatan, kesehatan, rezeki, dan yang tidak kalah penting adalah hasil panen yang melimpah tahun ini, demikian pula harapan dan doa di tahun mendatang,” jelas Yatirin.
Tradisi Sedekah Bumi sendiri adalah ritual perwujudan rasa syukur masyarakat agraris terhadap bumi yang telah memberikan sumber kehidupan. Melalui keterlibatan aktif kaum perempuan kali ini, masyarakat Glagahan ingin menunjukkan bahwa pelestarian adat dan semangat perjuangan Kartini dapat berjalan beriringan, memperkuat kerukunan serta gotong royong antarwarga.(Red-HB).
Semangat Kartini di Sedekah Bumi Glagahan : Saat Kaum Perempuan Dominasi Tradisi Bancakan

