BLORA – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Blora memasuki babak baru setelah kepengurusan sebelumnya dibekukan. Priyoto resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC GRIB Jaya Blora untuk melanjutkan proses konsolidasi organisasi sekaligus melakukan perombakan struktur kepengurusan.
Penunjukan tersebut disampaikan langsung oleh Priyoto dalam konferensi pers di Blora, Jumat (15/5/2026). Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah berdasarkan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GRIB Jaya.
“Di Kabupaten Blora saat ini sedang dilakukan konsolidasi organisasi menyusul dibekukannya ketua DPC sebelumnya. Saya telah ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC GRIB Jaya Blora,” ujar Priyoto.
Menurutnya, agenda utama yang akan segera dijalankan adalah melakukan reshuffle atau perombakan struktur kepengurusan, termasuk penyusunan ulang jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan di Kabupaten Blora.
Priyoto menegaskan, di bawah kepemimpinannya, GRIB Jaya Blora akan dibangun menjadi organisasi yang solid dan berjalan dalam satu komando. Ia optimistis keberadaan GRIB Jaya di Blora akan semakin berkembang dengan dukungan dari DPD maupun DPP.
“Kami akan segera melakukan reshuffle struktur organisasi dan pembentukan PAC. Dengan kepemimpinan yang baru, GRIB Jaya Blora harus solid dalam satu komando. Kami optimistis GRIB di Blora akan semakin besar dan berkembang di bawah naungan DPD dan DPP,” tegasnya.
Terkait pembentukan PAC, Priyoto mengungkapkan bahwa hingga saat ini kepengurusan PAC telah terbentuk di 14 kecamatan. Sementara dua kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Blora Kota dan Bogorejo, masih dalam proses penentuan figur ketua yang dinilai tepat untuk memimpin organisasi di wilayah tersebut.
“Untuk PAC, saat ini sudah terbentuk di 14 kecamatan. Tinggal dua kecamatan, yakni Blora Kota dan Bogorejo, yang masih dalam proses pemilihan figur ketua PAC yang tepat,” pungkasnya.
GRIB Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya) merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki kepengurusan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Tengah. Proses konsolidasi yang tengah dilakukan diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi sekaligus mendukung jalannya program-program kerja ke depan.(RED-HB).

