Di Bawah Bekas Jembatan Belanda, Jembatan Aramco Baru Kini Hampir Rampung

BLORA — Pembangunan Jembatan Aramco di Dukuh Sambongwangan, Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, terus menunjukkan progres positif. Hingga kini, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Jembatan yang dibangun di atas Sungai Sambongwangan itu memiliki panjang 28 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3,5 meter. Lokasinya berada tepat di bawah bekas jembatan lori peninggalan Belanda yang telah lama rusak dan tidak dapat digunakan.
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mengatakan pembangunan jembatan ini menjadi akses vital penghubung tiga desa, yakni Desa Sambongwangan, Desa Gembyungan, dan Desa Kepoh.
“Jika sudah selesai, akses masyarakat akan jauh lebih cepat, aman, dan mempermudah aktivitas antar desa,” ujarnya.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya diperkirakan akan memberi manfaat langsung bagi sekitar 1.200 jiwa. Selama ini warga harus memutar cukup jauh atau melewati jalur yang berisiko untuk menuju desa tetangga.
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat setempat. Saat ini proses pembangunan difokuskan pada penguatan struktur dasar jembatan agar lebih kokoh dan aman, terutama saat musim hujan.
Kapten Teguh menegaskan, pembangunan Jembatan Aramco merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Harapannya, setelah jembatan selesai dibangun, roda perekonomian masyarakat dan aktivitas warga di tiga desa ini bisa semakin lancar,” tambahnya.
Warga pun menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Salah satu warga Sambongwangan, Kasbun, mengaku antusias dan berharap pembangunan segera rampung.
“Kami sangat senang. Nantinya jembatan ini akan sangat membantu mobilitas warga, terutama anak sekolah dan para petani saat membawa hasil panen,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *