BLORA – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora bersama jajaran pengurus menghadiri pelatihan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan Pengendalian Penyakit Tembakau di Desa Temengeng, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Senin (22/6/2026).
Rombongan yang hadir dipimpin langsung oleh Ketua KTNA Blora, Sugianto, didampingi oleh sejumlah anggota yaitu Agus Triyanto, Tekad, Sutarmo, Mohammad Sahri, Jasman, dan Gundala.
Kehadiran pengurus KTNA Blora ini bukan sebagai peserta resmi. Mereka hadir memenuhi undangan khusus dari Kepala Desa Temengeng, Sunardi, yang juga merupakan anggota aktif KTNA di desa setempat.
Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.
Kegiatan ini menyasar Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Raharjo Desa Temengeng sebagai peserta utama.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Slamet Istiono, menjelaskan agenda hari pertama berfokus pada pelatihan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman tembakau.
“Narasumber hari pertama menghadirkan pihak PT Sadana Arif Nusa yang diwakili oleh Zaenal. Untuk hari berikutnya, materi akan dilanjutkan oleh narasumber dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),” ujar Slamet Istiono.
Selain pemaparan materi, para peserta langsung melakukan praktek lapangan hari ini. Mereka melihat langsung aplikasi pengendalian OPT yang diperagakan oleh PT Sadana Arif Nusa.
Tak hanya itu, petani juga dibekali keterampilan praktis membuat fungisida berbahan jamur Trichoderma. Fungisida organik ini berfungsi sebagai agens hayati untuk mengendalikan penyakit pada tanaman tembakau secara alami dan aman bagi lingkungan.
Di lokasi acara, Kabid Penyuluhan DP4 yang didampingi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat, Yenik, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengurus KTNA Blora. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi kelompok tani setempat.
Rangkaian program pembinaan petani ini tidak berhenti di sini. Setelah pelatihan budidaya dan pemberantasan OPT ini selesai, DP4 Blora dijadwalkan akan menggelar pelatihan kelanjutan mengenai Pasca-Panen Tembakau yang akan dilaksanakan sekitar tiga bulan ke depan. (Tim Liputan Media Halo Blora).

