Blora, — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat tradisional yang aman dan bermutu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menggelar Sosialisasi Pengawasan Obat dan Makanan Sehat di Desa Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Tempelmahbang, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta para pelaku UMKM setempat.
Dalam sambutannya, Edy Wuryanto menegaskan bahwa masyarakat perlu bijak dan berhati-hati dalam memilih obat tradisional yang beredar di pasaran. Ia mengingatkan agar tidak mudah tergiur dengan klaim khasiat yang belum terbukti secara ilmiah.
“Kami mendorong masyarakat agar selalu Cek KLIK — Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi obat dan makanan. Ini langkah sederhana tapi penting agar keluarga kita terhindar dari produk yang tidak aman,” ujar Edy Wuryanto.
Perwakilan dari Balai Besar POM di Semarang juga menjelaskan pentingnya memastikan obat tradisional tidak mengandung bahan kimia obat (BKO) yang berbahaya.
“Banyak jamu atau obat tradisional di pasaran yang ternyata mengandung bahan kimia obat untuk menimbulkan efek cepat. Padahal itu bisa berisiko bagi kesehatan. Masyarakat harus memilih produk yang sudah memiliki nomor izin edar TR dari BPOM,” terang narasumber BBPOM Semarang.
Sementara itu, Kepala Desa Tempelmahbang menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat desa.
“Kami berterima kasih kepada Pak Edy Wuryanto dan tim Balai Besar POM Semarang yang sudah hadir langsung di desa kami. Warga di sini banyak menggunakan jamu dan ramuan tradisional, sehingga pengetahuan tentang cara memilih produk yang aman sangat penting,” tutur Kepala Desa Tempelmahbang.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, pembagian brosur edukatif, dan praktik langsung menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek legalitas produk.
Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya pengawasan obat dan makanan serta mampu menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih obat tradisional yang aman, berkhasiat, dan terpercaya.(RED-HB).

