Manajemen Kopi di Pendopo Bupati Blora, Menuju Pembangunan Jalan di Sumberejo

BLORA – Ada satu cara untuk mengatasi permasalahan desa adalah dengan konsultasi kepada pimpinan yaitu Bupati.

Demikian hal itu disampaikan drh. R. Gunadala Wejasena, salah satu tokoh masyarakat Blora, saat ngobrol dengan Kusnan Kades Sumberejo, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Minggu 26 Oktober 2025.

“Kades menyampaikan beberapa permasalahan di desanya antara lain adalah pembangunan gedung Koperasi Merah Putih yang tempatnya di tanah bengkok desa. Yang menjadi permasalahan adalah tanah itu harus diuruk dan membutuhkan biaya cukup lumayan, sementara dana hanya diperuntukkan pembangunan gedungnya saja. Permasalahannya dari mana anggaran didapatkan, apa boleh menggunakan dana desa ?,” terang mantan Kepala DP4 Blora itu.
Percakapan itu beranjak kepada permasalahan pertanian, setelah itu juga tentang jalan di Sumberejo yang menghubungkan antara Kedungjambu Kediren dengan desa Sumber belum tersentuh oleh pembangunan.
Tentang jalan ini sebenarnya merupakan jalur strategis, karena bila jalan ini sudah baik akan merupakan jalan pintas menuju Kecamatan Kradenan Blora.
Ini sangat bernilai ekonomis terutama bagi masyarakat. Dengan latar belakang desa Sumberejo yang sebenarnya merupakan sumber air di mana sawah bisa ditanami tiga kali setahun daerah ini bukan daerah miskin sehingga perlu ditingkatkan fasilitasnya untuk lebih berdaya.
Juga produksi batik khas Sumberejo perlu juga untuk dipromosikan. Kegiatan batik ini sudah cukup lumayan karena selain untuk seragam para pamong, juga para guru, juga ada pesanan dari luar yaitu dari desa Temulus. Tentu saja ini perlu promosi yang lebih intens.
Dari permasalahan-permasalan yang disampaikan oleh kepala desa Sumberejo, maka perlu konsultasi kepada Bupati. Kusnanpun setuju.

“Akhirnya kami bertiga yaitu kepala desa, tokoh masyarakat, dan saya sendiri mohon waktu untuk bisa menghadap Bupati. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Bupati maka hari Ahad itu juga kami diberi waktu untuk menghadap. Dan meluncurlah kami bertiga menuju Pendopo rumahBupati,” terang Gundala.

Setelah sampai, mereka diminta masuk yang diterima secara informal karena ini memang hari libur. Kebetulan di situ ada Kades Beji.

“Akhirnya kami duduk dalam satu meja dan melakukan diskusi tentang kedatangan kami. Satu hal yang istimewa adalah kita langsung diajak minum kopi. Nah ini yang saya katakan sebagai manajemen minum kopi Bupati Blora,” ungkapnya.

Karena dengan minum kopi bersama ini kita bisa diskusi dengan santai menyampaikan potensi desa, serta permasalahan-permasalahan yang antara lain tersebut di atas.

“Tentu saja tidak semuanya teratasi hari ini. Tetapi paling tidak dalam diskusi ini kita sudah mendapatkan titik terang dalam pemecahan masalah,” ucapnya.

Tentang koperasi merah putih untuk pekerjaan pengurukan apakah boleh digunakan dana desa, hal ini diminta Kades untuk konsultasi dengan kepala dinas teknis yang menangani yaitu dinas PMD, untuk jalan, Bupati sudah memberikan gambaran bahwa jalan itu akan dibangun sebagai kelanjutan pembangunan jalan yang saat ini sudah dimulai di ruas jalan dari pasar Sumber menuju arah desa Sumberejo.

Selain itu Bupati juga menyampaikan dukungan untuk mengembangkan pertanian organik di desa Sumberejo. Dan setelah pulang dari umroh nanti Bupati akan mengadakan kunjungan kerja ke desa Sumberejo Kabupaten Blora.

“Tentu saja ini memberikanu pencerahan untuk kepala desa mempunyai gambaran di dalam memecahkan permasalahan dalam rangka kemajuan desa Sumberejo menjadi desa yang lebih maju,” ucapnya.(RED-HB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *