Paguyuban Tembang Kenangan Blora Gelar Halalbihalal dan Peringatan Hari Kartini

Di bawah naungan atap pendopo rumah dinas Bupati Blora yang sarat sejarah, sebuah harmoni indah tercipta pada Sabtu pagi (18/4/2026). Nuansa kebersamaan yang hangat, spirit perjuangan Kartini yang abadi, serta alunan syahdu tembang kenangan melebur menjadi satu momentum yang memikat jiwa.

Paguyuban Tembang Kenangan Kabupaten Blora menggelar perhelatan Halalbihalal 1447 Hijriah yang dibalut apik dengan Peringatan ke-147 Hari Kartini pada 21 April 2026.

Suasana penuh cinta nan nostalgik menyelimuti ruangan, seolah membawa setiap hadirin berkelana ke masa lalu sembari merajut harapan baru.

Presiden Paguyuban Tembang Kenangan Blora, Endang Setyowati, tampil memesona saat mengajak seluruh srikandi paguyuban untuk terus menyalakan pelita kecerdasan di era modern.

“Jadi, memang untuk tampilan kita kali ini beda Bapak dan Ibu, sesuai dengan tema berkebaya untuk para Ibu, sedangkan untuk Bapak, mengenakan pakaian kejawen. Mohon maaf ini semuanya kasepuhan, tidak ada yang ABG lagi, semua anak pang (purna tugas/pensiunan, Red),” kata Endang.

Ia berharap kehadiran 28 kelompok, di acara tersebut bisa menjadikan support, bisa menjadi acuan agar tembang kenangan Kabupaten Blora lebih dikenal.

“Terima kasih juga, support dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK, sangat luar biasa, hingga kami bisa berdiri disini, di pendopo Kabupaten Blora, dan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, dan alhamdulillah disini ada 28 kelompok tembang kenangan, yang tergabung dalam Paguyuban Tembang Kenangan Kabupaten Blora,” jelas Endang.

Endang menandaskan, bahwa di Kabupaten Blora adalah satu-satunya yang telah dikukuhkan dan terbesar di Jawa Tengah.

“Insya Allah, dengan paguyuban ini, mendapatkan ruang untuk berekspresi sesuai dengan hobi kita menyanyi, karena terbukti, dengan menyanyi kita menjadi awet sehat, awet muda dan relasi bertambah,” tambahnya.

Kehangatan ini dipastikan akan terus berlanjut. Endang membocorkan bahwa paguyuban ini memiliki dua pilar agenda tahunan yang selalu dinanti : kemeriahan “Semarak Tujuhbelasan” di bulan Agustus dan syahdu-nya “Halalbihalal” dirangkaikan dengan peringah Hari Kartini, seperti yang mereka rasakan saat ini.

Di Pendopo Blora hari itu, sejarah bukan hanya diingat lewat Kartini, tapi dirasakan lewat kehangatan silaturahmi yang tak lekang oleh waktu.

Sebelum melangkah ke inti acara, atmosfer haru sempat menyelimuti pendopo saat Endang menghaturkan permohonan maaf lahir batin. Kalimatnya mengalir seperti air, menyejukkan hati setiap anggota yang hadir.

“Dari lubuk hati terdalam, saya dan seluruh pengurus mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Antusiasme panjenengan semua adalah nyawa bagi acara ini. Ini adalah acara dari kita, oleh kita, dan untuk kita—sebuah perayaan syukur untuk sekadar bersenang-senang dalam dekapan kekeluargaan,” tuturnya hangat.

Bagi Endang, momentum halalbihalal ini bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan untuk memulangkan setiap hati yang sempat menjauh. Ia ingin paguyuban ini menjadi rumah yang paling bersih bagi persaudaraan mereka.

“Mari kita hapus setiap noktah salah. Tidak boleh ada lagi dusta atau ganjalan di antara kita; semuanya kembali suci, kosong-kosong. Jika dulu sempat ada benturan rasa, biarlah itu menguap bersama kenangan. Hari ini, kita bersihkan hati, buang jauh dendam dan iri. Sebab. Sebab di sini, kita semua adalah satu keluarga besar yang diikat oleh nada dan cinta,” tegasnya puitis.

Dengan nada bicara yang lembut namun penuh penekanan, ia berpesan agar perempuan Blora tetap tangguh tanpa kehilangan jati dirinya.

Berkaitan dengan peringatan Hari Kartini, menurut Endang, Kartini masa kini adalah mereka yang berani mandiri dan cerdas menantang zaman, namun tetap memeluk erat kesantunan dan tak sekali pun melupakan kodratnya.

“Itulah sejatinya keanggunan perempuan masa kini,” ucap Endang dengan binar mata penuh kebanggaan.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Blora Hj. Ainia Sholichah, SH, M.Pd.AUD, M.Pd.BI, yang sekaligus sebagai penasehat Paguyuban Tembang Kenangan Blora dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa.

“Ini luar biasa, kita butuh healing diri, ini menjadi wadah untuk kita bersenang-senang bareng. Saya kira kita semuanya butuh untuk mengekspresikan diri, untuk nembang, sesuai dengan usia. Kebetulan usianya sudah di atas 50 tahun,” ucapnya.

“Kita juga berhak bahagia dengan versi kita masing-masing, maka melalui tembang kenangan ini, yuk nyanyi bareng, seneng bareng,” tambahnya.

Tentunya, lanjut Ainia Sholichah, ini menjadi sarana yang baik, menjadi fasilitas yang baik lewat tembang kenangan.

Masih dalam bulan Syawal 1447 Hijriah, atas nama pribadi dan penasehat, ia mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Usai memberikan sambutan, istri bupati Blora Arief Rohan itu, didaulat untuk menyanyi dan membawakan lagu Keagungan Tuhan dengan suara khasnya yang syahdu.

Sementara itu momen manis tercipta saat Presiden Paguyuban Tembang Kenangan, Endang Setyowati, memberikan apresiasi khusus yakni menyematkan selendang kepada pembina dan penasehat paguyuban tembang kenangan Kabupaten Blora, Hj. Ainia Sholichah dan Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., yang hadir secara langsung, mengungkapkan bahwa paguyuban tembang kenangan Kabupaten Blora ini luar biasa, sekaligus sebagai hobi.

“Biasanya kalau hobi itu, saling guyub rukun semuanya. Mestinya kita sering bersilaturahim, berkumpul, untuk menyalurkan bakatnya, hobinya di tembang kenangan ini. Selain itu nanti juga merambah ke kegiatan lain yang dilakukan, mungkin kegiatan bakti sosial, kegiatan kesehatan dan lainnya. Nanti bersama OPD terkait silahkan bisa bersinergi dan bekerja sama,” kata Bupati Arief Rohman.

Bupati juga mohon maaf jika pembangunan jalan belum semuanya bisa terlaksana, dan melalui acara paguyuban tembang kenangan, diminta untuk sabar dan mohon doa serta dukungannya agar nantinya bersama Wakil Bupati bisa terus memajukan dan membangun Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu, Bupati Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini dan penasehat tembang kenangan secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada para peserta.

Gayung bersambut, pada acara hiburan, 28 kelompok tembang kenangan maju satu persatu untuk tampil, setelah diawali tampilan Wakil Bupati Sri Setyorini dan Soebekti Ketua KORMI Blora, membawakan lagu Sepanjang Jalan Kenangan. Suasana semakin semarak dan menyenangkan hingga akhir acara.(RED-HB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *