Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih dan Resmikan Sumur Bor di Pati

PATI — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, sekaligus meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).
Kehadiran Pangdam di Desa Kayen disambut antusias masyarakat dan para pelajar yang telah menunggu di sekitar lokasi pembangunan jembatan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan sekaligus memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar dan ketentuan konstruksi.
Pangdam menegaskan, pengecekan dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung untuk memastikan kualitas serta kekuatan konstruksi. Menurutnya, jembatan yang dibangun harus benar-benar aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat ketika nantinya digunakan.
“Kami ingin melihat proses pembangunannya dan meyakinkan bahwa proses pembangunannya sesuai dengan standar yang berlaku. Kita tidak ingin nanti jembatan sudah jadi, kemudian timbul masalah karena tidak sesuai dengan konstruksinya,” ujar Pangdam.
Jembatan Gantung Merah Putih tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi sekitar 500 kepala keluarga. Keberadaan jembatan akan memperpendek akses transportasi warga sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk pelajar menuju sekolah dan warga yang beraktivitas menuju area persawahan.
Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden RI yang ditujukan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pati.
Resmikan Sumur Bor di Tanjungsekar
Usai meninjau pembangunan jembatan, Pangdam melanjutkan kunjungan ke Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi. Di lokasi tersebut, Pangdam meresmikan penggunaan sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air, terutama di tengah musim kemarau.
“Kita menerima informasi bahwa di daerah sini kekurangan air. Dalam situasi musim kemarau ini sulit masyarakat mendapatkan air, makanya kita berinisiatif untuk membangun ataupun membuat sumur bor. Alhamdulillah air sudah bisa jalan dan masyarakat sudah bisa menikmati air tersebut,” ungkap Pangdam.
Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter. Air yang dihasilkan dinilai memiliki kualitas baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk mandi dan memasak.
Air dari sumur bor kemudian ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 5.000 liter. Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat mengambil air sesuai kebutuhan sehari-hari.
Warga tampak antusias memanfaatkan sumber air tersebut. Sejumlah warga terlihat mengambil air dari tempat penampungan yang telah disediakan. Bagi masyarakat setempat, keberadaan sumur bor menjadi bantuan penting di tengah keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Pangdam menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih akan terus menjadi perhatian. Di wilayah Pati saat ini telah dibangun dua sumur bor dan direncanakan penambahan dua titik lainnya.
Program penyediaan sumur bor juga akan terus dikembangkan di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang membutuhkan sumber air bersih, dengan target pembangunan sekitar 100 sumur bor.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur dan meresmikan sumur bor, Pangdam IV/Diponegoro juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga.
Melalui pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih, Kodam IV/Diponegoro berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Pembangunan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar tersebut menjadi bagian dari upaya pengabdian TNI untuk membantu meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat.(RED***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *