BLORA — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Andita Nugrahanto, mendapat kejutan ulang tahun ke-38 di tengah kegiatan konsolidasi partai yang diikuti 1.146 kader di daerah pemilihan (Dapil) IV, Minggu (13/9/2026).
Kejutan tersebut berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) PDI Perjuangan yang digelar di Lapangan Todanan, Kecamatan Todanan. Suasana konsolidasi berubah semarak ketika para kader memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Andita.
Sebanyak 1.146 kader dari Kecamatan Todanan, Kunduran, dan Japah hadir dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 432 kader dari Todanan, 469 kader dari Kunduran, dan 245 kader dari Japah.
Andita mengaku terkesan sekaligus mengapresiasi kejutan tersebut. Ia mengatakan, perayaan ulang tahun kali ini menjadi pengalaman berbeda karena dirayakan bersama ribuan kader PDI Perjuangan.
“Saya mengapresiasi kejutan di ulang tahun saya. Ini pertama kalinya ulang tahun dirayakan seperti ini,” ujar Andita.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader yang hadir dan mengikuti konsolidasi dengan penuh semangat. Menurutnya, antusiasme kader terlihat dari kedatangan mereka secara berkelompok dari masing-masing kecamatan.
“Semangat yang luar biasa. Saya lihat panjenengan semuanya berbondong-bondong, berkonvoi. Dari Kunduran tidak putus-putus di jalan, terlihat kompak. Semangat dari Japah juga tidak kalah kompak,” katanya.
Andita berharap soliditas dan semangat tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan perolehan suara PDI Perjuangan di Dapil IV.
“Semoga kita semua dapat membawa atau memenangkan PDI Perjuangan di Dapil IV,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai pelaksanaan Musran dan Musanran Dapil IV menunjukkan kuatnya konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Blora. Ia mengapresiasi para kader yang bersedia menjadi pengurus ranting maupun anak ranting.
Menurut Edy, keberadaan struktur partai hingga tingkat paling bawah merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga soliditas organisasi. Ia pun optimistis PDI Perjuangan Blora dapat semakin kuat ke depan.
“Saya meyakini ke depan PDI Perjuangan Blora akan menjadi partai nomor satu di Kabupaten Blora,” kata Edy.
Dalam kesempatan tersebut, Edy juga memberikan pesan kepada Andita yang tengah memasuki usia 38 tahun. Menurutnya, menjadi seorang pemimpin, terlebih memimpin partai politik sekaligus bersentuhan langsung dengan masyarakat, membutuhkan karakter yang kuat.
Ia menekankan pentingnya kader memiliki sikap tangguh, teteg dan tatag, rajin turun ke bawah, serta mampu mengayomi masyarakat.
“Setiap kader harus punya watak ngayomi. Mengayomi itu membuat orang merasa nyaman dan aman,” ujarnya.
Edy menambahkan, sikap mengayomi harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kaum marhaen dan masyarakat miskin.
“Perjuangan lahirnya PDI Perjuangan adalah untuk memperkuat kaum miskin. Kalau semuanya gotong royong, saya meyakini pembangunan akan lebih baik ke depan,” katanya.
Konsolidasi di Dapil IV tersebut merupakan bagian dari rangkaian penguatan struktur organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Blora melalui Musran dan Musanran.
Sebelumnya, konsolidasi telah digelar di Dapil I yang meliputi Kecamatan Blora, Jepon, Jiken, dan Bogorejo dengan diikuti 1.388 kader. Selanjutnya, konsolidasi Dapil V meliputi Kecamatan Tunjungan, Banjarejo, dan Ngawen digelar di Lapangan Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Minggu (6/9/2026), dengan diikuti 1.132 kader.
Rangkaian konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya DPC PDI Perjuangan Blora memperkuat struktur, soliditas, dan militansi kader hingga tingkat ranting dan anak ranting, sekaligus mempersiapkan mesin organisasi menghadapi agenda politik mendatang.(RED-HB).

