BLORA – Dua siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Nahdlatul Ulama (NU) Sirojul Huda, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, melakukan kunjungan edukatif ke Klenteng Hok Tik Bio Blora, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas wawasan kebangsaan dan mempelajari langsung nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Kedua siswi tersebut, Dyah Hayyu Cantika dan Nayla Fitri Astuti, disambut langsung oleh Pendi, petugas Klenteng Hok Tik Bio. Sembari berkeliling meninjau area dalam tempat ibadah Tri Dharma (Konghucu, Taoisme dan Buddha) tersebut, Pendi memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah, arsitektur, serta akulturasi budaya yang ada di klenteng legendaris Blora ini.
Bagi kedua siswi, momen ini menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di tempat ibadah umat Tri Dharma. Kunjungan tersebut dinilai memberikan perspektif baru yang sangat berharga di luar materi pembelajaran sekolah formal.
“Ini baru pertama kalinya bagi kami. Hari ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan kesempatan emas untuk belajar langsung tentang konsep toleransi, melihat harmoni kehidupan sosial di Blora, serta menghargai warisan kebudayaan bangsa,” ujar Dyah Hayyu Cantika.
Dyah menambahkan, sebagai generasi muda Muslim Indonesia, ia memandang bahwa menjaga keharmonisan di tengah perbedaan merupakan wujud nyata dari keindahan Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam). Menurutnya, keberagaman budaya dan agama justru menjadi aspek utama yang membuat Indonesia bernilai indah.
Senada dengan rekannya, Nayla Fitri Astuti menegaskan pentingnya keterbukaan pikiran bagi generasi muda dalam memandang perbedaan keyakinan.
“Dengan memahami perbedaan, kita tidak hanya memperkaya ilmu, tetapi juga memperkokoh rasa persaudaraan sebagai anak bangsa,” pungkas Nayla.
Kunjungan edukatif yang diinisiasi oleh siswi SMK NU Sirojul Huda ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda berbasis pesantren dan sekolah Islam di Blora aktif membangun dialog lintas iman. Langkah kecil ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kebinikaan dan menjaga iklim kondusif serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Blora.
Klenteng Hok Tik Bio Blora adalah tempat ibadah kuno sekaligus klenteng terbesar dan tertua di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tempat ibadah yang terletak di Jalan Pemuda, jantung Kota Blora ini diperkirakan telah berdiri sejak kisaran tahun 1879 hingga awal abad ke-20. Klenteng ini dikelola di bawah naungan Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD)
Di dalam ruang utama klenteng, altar utamanya didedikasikan untuk menghormati Kongco Hok Tik Cing Sin (Dewa Bumi/Dewa Rezeki)
Setiap tahunnya, klenteng ini menjadi pusat perayaan hari besar keagamaan dan budaya masyarakat keturunan Tionghoa, seperti Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Pada momen-momen tersebut, klenteng dihiasi ratusan lampion merah dan kerap menampilkan pertunjukan seni budaya seperti Barongsai dan Liong (naga) yang dinikmati oleh seluruh warga Blora tanpa memandang sekat agama. (Tim Halo Blora)

