Peringati Hari Museum Nasional, Dua Siswi TKJ SMK NU Sirojul Huda Pastikan Keamanan Jaringan di Rumah Artefak Blora

BLORA – Momen Hari Museum Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober menjadi catatan tersendiri bagi dua siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dari Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) Sirojul Huda.
Kedua siswi tersebut, Dyah Hayyu Cantika dan Nayla Fitri Astuti, yang saat ini sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora, melakukan kunjungan sekaligus edukasi ke Rumah Artefak Blora pada Senin (12/10/2026).
Kedatangan mereka mengemban misi khusus, yaitu memastikan infrastruktur teknologi di ruang publik tersebut berjalan optimal dan aman.
“Tujuan kami ke Rumah Artefak adalah untuk mengecek dan memastikan jaringan Wi-Fi atau teknologi jaringan nirkabel di sini aman digunakan untuk aktivitas. Alhamdulillah, koneksi internetnya lancar. Selain menjalankan tugas jurusan, kami juga ingin melihat lebih dekat benda-benda cagar budaya atau benda purbakala apa saja yang ada di ruangan ini,” ujar Dyah Hayyu Cantika.
Sementara itu, Nayla Fitri Astuti menambahkan bahwa kunjungan ini sengaja diselaraskan dengan momentum penting bagi permuseuman di Indonesia. Menurut literasi yang ia pelajari, Rumah Artefak Blora merupakan cikal bakal atau rintisan museum resmi di Kabupaten Blora.
“Hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Museum Nasional. Kami sangat kagum karena ternyata ada ratusan benda cagar budaya yang disimpan dan dirawat dengan sangat baik di sini,” kata Nayla.
Sebagai generasi muda yang akrab dengan dunia digital, kedua siswi ini juga kompak mengajak para pelajar, khususnya rekan-rekan mereka di SMK NU Sirojul Huda, untuk tidak ragu berkunjung ke Rumah Artefak Blora. Bagi masyarakat yang belum bisa datang langsung, mereka menyarankan untuk memanfaatkan teknologi melalui aplikasi SiGARDA BLORA (Sistem Informasi Cagar Budaya Kabupaten Blora).
Aplikasi berbasis web ini dikelola langsung oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora sebagai langkah modernisasi publikasi sejarah daerah.
“SiGARDA adalah sistem informasi cagar budaya digital yang diharapkan mampu menjadi salah satu sumber informasi publik tentang cagar budaya di Kabupaten Blora. Di dalamnya memuat data cagar budaya yang sedang dalam proses penetapan maupun yang telah resmi ditetapkan oleh Bupati Blora. Teman-teman bisa mengaksesnya secara langsung melalui laman https://sigarda.blorakab.go.id/,” jelas Dyah Hayyu Cantika.
Untuk diketahui, Rumah Artefak Blora saat ini mengoleksi lebih dari 200 buah benda cagar budaya yang berasal dari empat periodisasi peradaban besar, meliputi masa Prasejarah, masa Klasik (Hindu-Buddha), masa Islam, hingga masa Kolonial. Seluruh koleksi tersebut dijaga dan dirawat secara berkala oleh petugas teknis dari Dinporabudpar Blora.
Peringatan Hari Museum Nasional sendiri jatuh setiap tanggal 12 Oktober (yang pada tahun 2026 ini bertepatan dengan hari Senin). Sejarah pemilihan tanggal ini merujuk pada penyelenggaraan Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) perdana yang digelar di Yogyakarta pada 12–14 Oktober 1962 silam.
Momentum tahunan ini terus digaungkan untuk meningkatkan kesadaran, apresiasi, serta minat masyarakat—terutama generasi muda—untuk melestarikan museum sebagai pusat ilmu pengetahuan dan benteng warisan budaya bangsa. (Tim Halo Blora).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *